Share To

Senin, 28 Februari 2011

Optimalkan Perkembangan Anak

Ibu dan anak merupakan bagian dari komponen kehidupan yang tak dapat dipisahkan. Keberadaan seorang anak pastinya tak lepas dari peran serta sang Ibunda. Begitu pula dengan perkembangannya. Pada masa-masa keemasan sang buah hati (terutama usia 0 hingga 3 tahun), ibu harus ekstra peka dan kreatif dalam pola pengasuhannya.

Ahli pendidikan usia dini, Lely Tobing mengatakan setiap orang tua harus mengerti dengan karakter masing-masing anak. Anak bukan merupakan miniature dari orang tua. Karena itu, berikan tuntutan dan tuntunan yang realistis kepadanya. Hindari memaksakan sesuatu kehendak kepada anak. Bila memang sesuatu tersebut tak sesuai dengan minatnya maka hanya akan menghambat pertumbuhan dan membuatnya tertekan saja.

Setiap anak memiliki kecerdasan tersendiri dan berpotensi untuk menggapai kecerdasan yang lebih dari anak yang lain. Cerdas tak melulu harus diartikan secara akademik semata. Tetapi juga cerdas dalam hal-hal lain seperti kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, kemampuan mengeluarkan ide-ide dan mengekspresikan dirinya.

“Cerdas juga berarti anak mampu mengembangkan kemampuan, potensi, serta kapasitas yang ada dalam dirinya sebaik mungkin. Agar dia dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, mandiri, pintar dan gembira,” katanya.

Sementara itu, Psikolog dan Theraplay (therapist bermain) Mayke Tedjasaputra menjelaskan bermain itu perlu untuk mengembangkan 3 hal dalam perkembangan anak yaitu psikososial, fisik dan kognitif.

Anak belajar dari apa yang dia lihat dan dia dengar, karenanya anak membutuhkan pengertian tentang batasan-batasan tertentu agar dia tetap berada di jalur yang benar. Lely menyebut rangsangan atau stimulasi sejak dini baik fisik atau motorik, kognisi, sosial, emosional, dan bahasa. Selain itu asupan gizi yang berkualitas serta pola pengasuhan yang tepat dan kasih sayang sebagai faktor yang paling mempengaruhi kecerdasan seorang anak.

“Setiap tahapan yang dilalui anak mempengaruhi kualitas perkembangannya serta kesiapannya untuk melalui tahapan selanjutnya,” tutup Lely.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar